PENILAIAN
1. KONSEP PENILAIAN AUTENTIK
Penilaian
autentik (authentic assesment) adalah
suatu proses pengumpulan , pelaporan dan penggunaan informasi tentang hasil
belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat,
dan konsisten sebagai akuntabilitas publik (Pusat Kurikulum, 2009)
Penilaian
dalam kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang
Standar Penilaian Pendidikan.
Tujuan penilaian autentik:
(1)
perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi
yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,
(2)
pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional,
terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya;
dan
(3)
pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif,
akuntabel, dan informatif Penilaian
autentik mencakup tiga ranah hasil belajar yaitu ranah sikap, keterampilan, dan
pengetahuan. Terminologi autentik
merupakan sinonim dari asli, nyata atau
sebenarnya, valid, atau reliabel. Secara konseptual penilaian autentik lebih
bermakna secara signifikan dibandingkan
dengan tes pilihan ganda terstandar
sekali pun (Kemendikbud, 2013). Atas dasar tersebut, guru dapat
mengidentifikasi materi apa yang sudah layak dilanjutkan dan untuk materi apa
pula kegiatan remidial harus dilakukan.
Intinya penilaian autentik adalah penilaian kinerja,
portofolio, dan penilaian proyek.
Penilaian autentik adakalanya
disebut penilaian responsif, suatu
metode yang sangat populer untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik
yang miliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan
tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaian
autentik dapat juga diterapkan dalam bidang ilmu tertentu seperti seni atau
ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses atau hasil
pembelajaran. Penilaian autentik sering digambarkan sebagai penilaian atas
perkembangan peserta didik, karena berfokus pada kemampuan mereka berkembang
untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. Penilaian autentik harus mampu
menggambarkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan apa yang sudah atau belum
dimiliki oleh peserta didik, bagaimana mereka menerapkan pengetahuannya, dalam
hal apa mereka sudah atau belum mampu menerapkan perolehan belajar, dan
sebagainya.
Penilaian
autentik (Authentic Assessment)
adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta
didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Penilaian autentik
merupakan proses asesmen yang melibatkan beberapa bentuk pengukuran kinerja
yang mencerminkan belajar siswa, prestasi, motivasi, dan sikap yang sesuai
dengan materi pembelajaran.
Elemen perubahan dan penilaian pada
kurikulum 2013 seperti pada tabel berikut ini (Kunandar, 2013:36).
|
No.
|
Elemen Perubahan
|
|
1
|
Memperkuat penilaian berbasis kompetensi
|
|
2
|
Pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi
pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian autentik (mengukur
semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan
hasil)
|
|
3
|
Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu mencapai
hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor
ideal (maksimal). Artinya pencapaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik
tidak dibandingkan dengan pencapaian hasil belajar (kompetensi) peserta didik
lain, tetapi dibandingkan dengan kriteria ketuntasan (KKM)
|
|
4
|
Penilaian
tidak hanya level kompetensi dasar (KD), tetapi juga pada kompetensi
Inti (KI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
|
|
5
|
Pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal
|
|
6
|
Mendorong pemanfaatan portofolio
yang dibuat peserta didik sebagai instrumen utama penilaian
|
|
7
|
Menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya
|
2. BENTUK PENILAIAN AUTENTIK a. Penilaian Kinerja
Penilaian unjuk kerja
merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik
dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai
ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu
seperti: praktek di laboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain
peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/ deklamasi (Kemendikbud,
Buku Panduan PLPG 2012).
Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan
menggunakan daftar cek (check list),
skala penilaian (rating scale).
Daftar cek (check list) digunakan untuk mengetahui muncul atau
tidaknya unsur-unsur tertentu dari indikator atau subindikator yang muncul
dalam sebuah peristiwa atau tindakan.
Berikut
contoh penggunaan daftar cek pada waktu berpidato (Berbicara).
Petunjuk:
Beri tanda (ü) pada pernyataan “ya atau tidak”.
|
Aspek yang dinilai
|
Diskripsi
|
Ya
|
Tidak
|
|
Ekspresi
fisik (physical expression)
|
Berdiri tegak
melihat pada penonton
|
|
|
|
|
Merubah ekspresi
wajah sesuai dengan perubahan
pernyataan yang disajikan
|
|
|
|
|
Mata melihat kepada
penonton
|
|
|
|
Ekspresi suara
(vocal expression)
|
Berbicara dengan
kata-kata yang jelas
|
|
|
|
|
Nada suaranya
berubah-ubah sesuai pernyataan yang ditekankan
|
|
|
|
|
Berbicara cukup
keras untuk didengar penonton
|
|
|
|
Ekspresi verbal
(verbal expression)
|
Memilih kata-kata
yang tepat untuk menegaskan arti
|
|
|
|
|
Tidak
mengulang-ulang pernyataan
|
|
|
|
|
Menggunakan kalimat
yang lengkap untuk mengutarakan suatu
pikiran
|
|
|
|
|
Menyimpulkan
pokok-pokok pikiran yang penting
|
|
|
Sumber: Kemendikbud, Buku
Panduan PLPG 2012
Skala penilaian (rating scale), digunakan untuk
menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil
pertimbangan. (Arikunto, 2012 : 41).
Misalnya: 4 = siswa selalu melakukan, 3 = kadang-kadang, 2 = jarang, 1 =
tidak pernah.
Contoh Penilaian Kinerja Berpidato.
Petunjuk : Beri lingkaran pada angka yang
sesuai untuk setiap kemampuan yang teramati pada waktu anak berpidato:
1.
apabila tidak pernah
2.
apabila jarang
3.
apabila kadang-kadang
4.
apabila siswa selalu melakukan
Nama :
Kelas :
Aspek yang Dinilai, Deskriptor Skala Nilai
|
Aspek yang Dinilai
|
Deskriptor
|
|
Skala Nilai
|
||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
Ekspresi fisik
|
• Berdiri
tegak melihat pada penonton
•
Mengubah ekspresi wajah sesuai dengan perubahan pernyataan
yang disajikan
|
|
|
|
|
|
Ekspresi Suara
|
• Berbicara
dengan kata-kata yang jelas
• Intonasi
untuk memberi penekanan bagian tertentu
•
Pemberian jeda
|
|
|
|
|
Sumber: Kemendikbud,
Buku Panduan PLPG 2012 dengan modifikasi penulis
b. Penilaian Proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas
yang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode waktu tertentu.
Kunandar (2012:279) mengemukakan bahwa “penilaian terhadap suatu tugas meliputi
pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, dan penyajian data”. Tugas
tersebut dapat berupa investigasi yang dilakukan oleh peserta didik, mulai dari
perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan
penyajian data. Dengan demikian, penilaian proyek bersentuhan dengan aspek
pemahaman, mengaplikasikan, penyelidikan.
Penilaian proyek dilakukan mulai dari
perencanaan, proses pengerjaan, sampai hasil akhir proyek. Untuk itu, guru
perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu dinilai, seperti penyusunan
disain, pengumpulan data, analisis data, dan penyiapkan laporan tertulis.
Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrumen penilaian berupa daftar
cek ataupun skala penilaian.
Format Penskoran Tugas Proyek
Lakukan
penelitian sederhana mengenai pengaruh iklan di media cetak maupun di media
elektronik terhadap gaya hidup anak SMA (cara berpakaian, pilihan makanan dan
minuman, perilaku)
|
Aspek
|
|
Kriteria dan Skor
|
|
|
PERSIAPAN
|
3
|
2
|
1
|
|
Jika memuat tujuan, topik, alasan,
tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan dengan lengkap.
|
Jika memuat tujuan, topik, alasan,
tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan kurang lengkap.
|
Jika memuat tujuan, topik, alasan,
tempat penelitian, responden, daftar pertanyaan tidak lengkap
|
|
|
PENGUMPULAN
DATA
|
3
|
2
|
1
|
|
Jika daftar pertanyaan dapat
dilaksanakan semua dan data tercatat
dengan rapi dan lengkap.
|
Jika
daftar pertanyaan dapat dilaksanakan semua, tetapi data tidak tercatat dengan
rapi dan lengkap.
|
Jika pertanyaan tidak terlaksana
semua dan data tidak tercatat dengan rapi.
|
|
|
PENGOLAHAN
DATA
|
3
|
2
|
1
|
|
Jika
pembahasan data sesuai tujuan penelitian
|
Jika
pembahasan data kurang
menggambarkan tujuan penelitian
|
Jika
sekedar melaporkan hasil
penelitian tanpa membahas data
|
|
|
|
3
|
2
|
1
|
|
PELAPORAN
TERTULIS
|
Jika
sistematika penulisan benar, memuat saran, bahasa komunikatif.
|
Jika
sistematika penulisan benar, memuat saran, namun bahasa kurang
komunikatif
|
Jika
penulisan kurang sistematis, bahasa kurang komunikatif, kurang memuat
saran
|
Sumber: Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2012 dengan
modifikasi penulis
c. Penilaian Portofolio
Penilaian
portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik secara perorangan atau
diproduksi secara berkelompok, dan
dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.
Teknik
penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1) Jelaskan
kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan
kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan guru untuk penilaian, tetapi
digunakan juga oleh peserta didik sendiri. Dengan melihat portofolio peserta
didik dapat mengetahui kemampuan, keterampilan, dan minatnya.
2) Tentukan
bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat.
Portofolio antara peserta didik yang satu dan orang lain bisa sama bisa
berbeda.
3) Kumpulkan
dan simpanlah karya-karya peserta didik dalam satu map atau folder di rumah
atau loker masing-masing di sekolah.
4) Berilah
tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik
sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu.
5) Tentukan
kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik.
Diskusikan cara penilaian kualitas karya para peserta diclik.
6) Minta
peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing
peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang
kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara rnemperbaikinya.
Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio.
7) Setelah
suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik
diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik
dan guru perlu dibuat "kontrak" atau perjanjian mengenai jangka waktu
perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan
kepada guru.
Contoh Format Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu : 1 Semester
Nama Siswa : _________________ Kelas
: X/1
|
No
|
SK
/ KD
|
Periode
|
|
|
Kriteria
|
|
Ket
|
|
Tata
bahasa
|
Kosa
kata
|
Kelengka
pan gagasan
|
Sistemati
ka penulisan
|
||||
|
1.
|
Menulis teks anekdot, prosedur kompleks
|
2-12-
2013
|
72
|
75
|
80
|
80
|
|
|
10-12-
2013
|
|
|
|
|
|
||
|
2.
|
Membuat
resensi
buku
|
18-12-
2013
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Laporan
hasil membaca buku
|
20-12-
2013
|
|
|
|
|
|
Sumber:
Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2012 dengan modifikasi penulis
Penilaian Tertulis
Penilaian
tertulis atas hasil pembelajaran tetap lazim dilakukan. Tes tertulis berbentuk
uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami,
mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan
sebagainya atasmateri yang sudah dipelajari.
Tes tertulis
berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu
menggambarkan ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik.
Tes tertulis berbentuk esai menuntut dua jenis pola jawaban,
1.
jawaban terbuka (extended-response)
2.
jawaban terbatas (restricted-response).
Hal ini
sangat tergantung pada bobot soal yang diberikan oleh guru. Tes semacam ini
memberi kesempatan pada guru untuk dapat mengukur hasil belajar peserta didik
pada tingkatan yang lebih tinggi atau kompleks.
e. Penilaian Sikap
Kunandar (2013:105) membagi lima jenjang proses berpikir ranah sikap, yaitu menerima
atau memerhatikan, merespon atau menanggapi, menilai atau menghargai,
mengorganisasi atau mengelola, dan berkarakter.
Objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran adalah:
1)
Sikap
terhadap mata pelajaran.
2)
Sikap
terhadap guru/ pengajar.
3)
Sikap
terhadap proses pembelajaran.
Cara atau teknik, yaitu teknik observasi perilaku, pertanyaan
langsung, dan laporan pribadi. a)
Observasi perilaku
b) Pertanyaan langsung
c)
Laporan
pribadi
Contoh Lembar Observasi
Sikap Siswa dalam Diskusi Kelompok
|
No.
|
Aspek
yang Dinilai
|
Kategori
|
Keterangan
|
||
|
|
B
|
C
|
K
|
||
|
1
|
Kepatuhan terhadap aturan dalam
diskusi
|
V
|
|
|
B= Balk
C= Cukup
K= Kurang
|
|
2
|
Memberikan ide, usul dan saran
dalam kelompok
|
V
|
|
|
|
|
3
|
Mengikuti diskusi dengan semangat
atau antusias
|
V
|
|
|
|
|
4
|
Menyimak
atau memerhatikan ketika teman lain sedang menyampaikan presentasi atau
pendapat
|
|
V
|
|
|
|
5
|
Menghargai pendapat atau usul yang
disampaikan teman lain atau
kelompok lain
|
V
|
|
|
|
|
6
|
Tanggung jawab dalam kelompok
|
|
V
|
|
|
|
7
|
Kerja sama dalam kelompok
|
V
|
|
|
|
|
8
|
Kesantunan dalam menyampaikan
pendapat
|
V
|
|
|
|
|
9
|
Cara menyanggah atau menanggapi
pendapat teman lain
|
V
|
|
|
|
|
10
|
Penerimaan terhadap hasil diskusi
|
|
V
|
|
|
Sumber: Kunandar, Penilaian Autentik 2013
Contoh
Format Lembar Pengamatan Sikap Peserta didik
|
|
SIKAP
![]()
NAMA
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
K
eterangan:
Skala penilaian sikap dibuat dengan rentang antara 1 sampai
dengan 5.
1 = sangat kurang; 2 = kurang; 3 = cukup; 4 = baik 5 = amat baik.

Keterangan: BT (Belum
Tampak), MT (Mulai Tampak), MB (Mulai Berkembang),
M
(Membudaya)
f. Penilaian Diri
Penggunaan
teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian
seseorang.
Keuntungan penggunaan
penilaian diri di kelas antara lain:
1) dapat
menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan
untuk menilai dirinya sendiri;
2) peserta
didik menyadari kekuatan darri kelemahan dirinya, karena ketika mereka
melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya;
3) dapat
mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena
mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.
Penilaian
diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif. Oleh karena itu,
penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui
langkahlangkah sebagai berikut.
a)
Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan
yang akan dinilai.
b)
Menentukan kriteria penilaian yang akan
digunakan.
c) Merumuskan
format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala
penilaian.
d) Merminta
peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
e) Guru
mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong peserta didik
supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.
f) Menyampaikan
umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil
penilaian yang diambil secara acak.
Contoh Format Penilaian Diri Peserta Didik Nama sekolah :
Mata pelajaran :
Nama : Kelas :
|
Pernyataan
|
Alternatif
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
|
|
Saya
berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME agar mendapat
ridho-Nya dalam belajar
|
|
|
|
Saya berusaha
belajar dengan sungguh-sungguh
|
|
|
|
Saya optimis bisa
meraih prestasi
|
|
|
|
Saya bekerja keras
untuk meraih cita-cita
|
|
|
|
Saya
berperan aktif dalam kegiatan sosial di sekolah dan masyarakat
|
|
|
|
Saya
suka membahas masalah sastra, dan perkembangan bahasa
|
|
|
|
Saya berusaha
mematuhi segala peraturan yang berlaku
|
|
|
|
Saya berusaha
membela kebenaran dan keadilan
|
|
|
|
Saya rela berkorban
demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara
|
|
|
|
Saya berusaha
menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab
|
|
|
Sumber:
Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2012 dengan modifikasi penulis
Rentangan nilai yang digunakan antara 1 dan 2. Jika jawaban YA
maka diberi skor 2, dan jika jawaban TIDAK maka diberi skor 1. Kriteria
penilaianya adalah jika rentang nilai antara 0 -
5 dikategorikan tidak positif; 6 - 10 kurang positif; 11 - 15 positif dan 16 -
20 sangat positif.
Contoh Format Penilaian Diri
Kompetensi Sikap Sosial
|
No.
|
Pernyataan
|
Dilakukan
|
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
|
1
|
Saya pamit pada
orang tua sebelum berangkat sekoiah
|
V
|
|
|
2
|
Saya patuh kalau
disuruh orang tua membersihkan tempat tidur
|
V
|
|
|
3
|
Saya mengucapkan
salam ketika bertemu dengan guru
|
V
|
|
|
4
|
Saya berbicara
dengan orang tua menggunakan bahasa yang sopan
|
V
|
|
|
5
|
Saya tidak pernah
bertengkar dengan adik/kakak
|
|
|
|
6
|
Saya belajar di
rumah dengan adik/kakak dengan tertib
|
V
|
|
|
7
|
Saya mengerjakan
tugas yang diberikan guru dengan baik
|
V
|
|
|
8
|
Saya berbicara
dengan guru menggunakan bahasa yang sopan
|
V
|
|
|
9
|
Saya bermain dengan
adik/kakak dengan rukun
|
|
V
|
|
10
|
Kalau ada masalah
dengan adik/kakak diselesaikan dengan baik
|
V
|
|
|
11
|
Saya belajar di
rumah menunggu disuruh orang tua
|
|
V
|
|
12
|
Saya mengerjakan
pekerjaan rumah (PR) di sekolah
|
|
V
|
Sumber: Kemendikbud, Buku Panduan PLPG 2012
dengan modifikasi penulis
Keterangan
:
1. Bila
menjawab ya pada pernyataan positif
maka skornya 1 dan menjawab tidak skornya 0
2. Bila
menjawab ya pada pernyataan negatif
maka skornya 0 dan menjawab tidak skornya 1
g. Penilaian Produk
Penilaian produk biasanya menggunakan
cara holistik atau analitik.Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan
dari produk. Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya
dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses
pengembangan Kunandar (2013 : 299).
Contoh Penilaian Produk
Pembuatan Majalah Dinding
Mata Pelajaran :
Nama Proyek :
Alokasi Waktu :
Nama
Peserta Didik : Kelas / Semester
:
|
No.
|
Tahapan
|
Skor (1-5)
|
|
1
|
Tahap
Perencanaan
• Kemampuan
peserta didik merencanakan
•
Mengembangkan gagasan
•
Mendesain produk
|
|
|
2
|
Tahap
Proses Pembuatan
•
Persiapan alat dan bahan · Teknik Pengolahan
•
K3 (Keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan)
|
|
|
3
|
Tahap
Akhir/Hasil
•
Bentuk fisik
•
Inovasi
•
Kreativitas
•
Isi
|
|
Sumber: Kemendikbud, Buku
Panduan PLPG 2012 dengan modifikasi penulis
Skor diberikan dengan rentang skor 1
sampai dengan 5, dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam
proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya.
Contoh
membuat format penilaian diri pada mata pelajaran…..:
|
Kisi-kisi
|
Pernyataan
|
|
Religius
|
Saya
berusaha meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME agar mendapat
ridho-Nya dalam belajar
|
|
Keinginan untuk
berhasil
|
Saya berusaha
belajar dengan sungguh-sungguh
|
|
Saya optimis bisa
meraih prestasi
|
|
|
Saya bekerja keras
untuk meraih cita-cita
|
|
|
Keterlibatan
|
Saya
berperan aktif dalam kegiatan sosial di sekolah dan masyarakat
|
|
Pendalaman pengetahuan
|
Saya
suka membahas masalah sastra, dan perkembangan bahasa
|
|
Taat pada aturan
|
Saya berusaha
mematuhi segala peraturan yang berlaku
|
|
Saya berusaha
membela kebenaran dan keadilan
|
|
|
Tanggu jawab
|
Saya rela berkorban
demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara
|
|
Saya berusaha
menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab
|
Praktek
merancang penialaian autentik:
1.
Pilih salah satu KD dari tema atau topik bahasan mata
pelajaran yang Bapak/Ibu ampu.
2.
Identifikasi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
yang terkandung dalam KD tersebut
3. Tentukan
jenis penilaian autentik yang sesuai
dengan KD.
4.
Buat format penilaian autentik berdasarkan KD tema atau
topik bahasan mata pelajaran (lihat lampiran: Peraturan Menteri Pendidikan Dan
Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil
Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah)
5.
Buat instrumen penilaian sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang akan digunakan
6. Buat pedoman
penskoran (rubrik)
7.
Gunakan kata, pernyataan, atau kalimat sendiri sesuai dengan
indikator turunan dari KD.

Komentar
Posting Komentar